DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL
KOTA SEMARANG

  • bagi warga Kota Semarang umur 17 tahun lebih 1 hari segera lakukan perekaman KTP-el di TPDK Disdukcapil yang ada di Kecamatan setempat
  • Disdukcapil Kota Semarang Mendukung Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi melalui pemberian Pelayanan Administrasi Kependudukan secara Cepat, Mudah, Akurat dan Bebas Pungutan
  • Lebih dari satu KTP dapat Sanksi ! UU no.23/2006 tentang Adminduk pasal 97 : Pidana penjara maks. 2 Tahun dan/denda Rp. 25 Juta
  • pengurusan KTP Elektronik di TPDK Disdukcapil yang ada di Kecamatan setempat dengan melampirkan fotocopy KK dan KTP/Akta Kelahiran
  • Urus pelayanan E-KTP,KK dan Akte Kelahiran/Kematian Sendiri

PELAYANAN KEPENDUDUKAN SATU HARI LANGSUNG JADI !!!

Ditulis pada 21 Maret 2017 Print Friendly and PDF


Wali Kota Hendrar Prihadi meninjau pelayanan data kependudukan sehari langsung jadi yang digelar Disdukcapil di Kelurahan Tlogosari Kulon, Pedurungan, Selasa (21/3).


Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Semarang yang ke 470 Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang Drs. Mardiyanto membuat inovasi dengan cara pelayanan Kependudukan langsung jadi atau 1 hari jadi, bertempat di balai kelurahan tlogosari kulon kecamatan pedurungan disana melayani Perekaman KTP Elektronik, KK, Akta Kelahiran dan Akte Kematian langsung hari itu jadi.

Kepala Disdukcapil Kota Semarang Mardiyanto mengatakan, hari ini pelayanan dokumen kependudukan hanya dilayani di Kelurahan Tlogosari Kulon dan Kelurahan Muktiharjo Kidul. Dan dilakukan selama enam hari mulai sejak hari Senin (20/3) sampai Tanggal 26 Maret 2017.

Selanjutnya, pelayanan seperti ini juga akan dilakukan di kelurahan-kelurahan lainnya, prioritas kelurahan yang masih banyak warganya belum punya dokumen kependudukan yang sah. “Pelayanan dokumen kependudukan ini gratis,” tegasnya, ditemui di Kantor Kelurahan Tlogosari Kulon, Selasa (21/3).

Sampai siang ini tercatat warga yang mengurus dokumen kependudukan sudah mencapai 20 orang. Menurutnya, pelayanan akta kematian dimaksudkan warga melaporkan keluarganya yang sudah meninggal.

Ini akan berguna misalnya saat pilkada. Karena warga yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap otomatis akan dihapus jika sudah ada laporan meninggal. “Sehingga tidak akan terjadi pemilih yang sudah meninggal masih terdatat di daftar pemilih,” katanya.

Untuk e-KTP diakui memang tidak bisa satu hari jadi. Karena blanko e-KTP habis dan masih belum dikirim dari Kemendagri. Namun warga diberikan Suray Keterangan yang fungsinya dapat digunakan sama seperti e-KTP.

“Informasinya akan dikirim tanggal 20 Maret tapi diundur lagi. Karena Dirjen Kependudukan harus meminta rekomendasi dari BPK dan KPK (terkait adanya kasus e-KTP),” katanya.

Pelayanan dokumen kependudukan satu hari jadi ini disambut antusias warga. Meski mereka berharap bisa mendapatkan e-KTP yang asli, bukan hanya Surat Keterangan.

“e-KTP belum dikasih tahu kapan jadi, katanya nunggu blanko. Nanti disuruh daftar ulang untuk dapat e-KTP asli,” kata Anita Kristijanti, warga Tlogosari Kulon RT 5 RW 27 yang membuat e-KTP.

Hari Mardika, warga lainnya mengatakan, pelayanan dokumen kependudukan satu hari jadi ini sangat memudahkan warga. Menghemat waktu dan sangat efisien. Tidak perlu menunggu selama berminggu-minggu.

“Setengah jam sudah langsung jadi. Sebelumnya pernah ngurus 1-2 minggu. Harapannya bisa dilanjutkan di kelurahan lain serta kecamatan,” kata warga Tlogosari Kulon RT 5 RW 17.

https://metrosemarang.com/pemkot-kaji-usulan-e-ktp-diantar-langsung-warga