DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL
KOTA SEMARANG

  • bagi warga Kota Semarang umur 17 tahun lebih 1 hari segera lakukan perekaman KTP-el di TPDK Disdukcapil yang ada di Kecamatan setempat
  • Disdukcapil Kota Semarang Mendukung Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi melalui pemberian Pelayanan Administrasi Kependudukan secara Cepat, Mudah, Akurat dan Bebas Pungutan
  • Lebih dari satu KTP dapat Sanksi ! UU no.23/2006 tentang Adminduk pasal 97 : Pidana penjara maks. 2 Tahun dan/denda Rp. 25 Juta
  • pengurusan KTP Elektronik di TPDK Disdukcapil yang ada di Kecamatan setempat dengan melampirkan fotocopy KK dan KTP/Akta Kelahiran
  • Urus pelayanan E-KTP,KK dan Akte Kelahiran/Kematian Sendiri

PENDAFTARAN SEKOLAH TIDAK MEMERLUKAN KARTU IDENTITAS ANAK (KIA)

Ditulis pada 23 Pebruari 2018 Print Friendly and PDF


Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang Drs. Adi Tri Hananto Tegaskan KIA Tidak Jadi Syarat Pendaftaran Sekolah

Banyak masyarakat Kota Semarang yang resah dengan isu bahwa pendaftaran anak ke sekolah wajib melampirkan Kartu Identitas Anak (KIA).

SEMARANG – Banyak masyarakat Kota Semarang yang resah dengan isu bahwa pendaftaran anak ke sekolah wajib melampirkan Kartu Identitas Anak (KIA). Atas isu itu, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) menegaskan bahwa Kartu Identitas Anak (KIA) tidak menjadi syarat pendaftaran sekolah, sehingga masyarakat diminta tidak resah atas isu-isu yang beredar di media sosial.

Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Adi Tri Hananto mengatakan, saat ini ada kesalahan informasi masyarakat yang menilai jika KIA menjadi persyaratan pendaftaran sekolah anak. Hal itu menjadikan warga berbondong-bondong mengurus KIA ke kantor Dispendukcapil.

“Saya tegaskan, KIA tidak ada hubungannya dengan persyaratan daftar sekolah. Jika ada informasi itu, itu bohong,” kata Kepala Disdukcapil Kota Semarang Drs. Adi Tri Hananto di Semarang, Kamis (22/2).

Kepala Disdukcapil Kota Semarang menerangkan, sampai saat ini ada ratusan orang yang mendatangi kantor Dispendukcapil Kota Semarang. Mayoritas, masyarakat mengurus KIA dengan alasan untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah.
“Saya sudah berikan sosialisasi, namun tiap hari jumlah pendaftar KIA semakin banyak sehingga kantor saya berjubel. Mereka resah tidak dapat daftar sekolah, ini informasi yang salah,” tegasnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan baik Kota Semarang maupun Provinsi Jawa Tengah. Ditegaskannya, proses pendaftaran anak ke sekolah tidak menggunakan persyaratan KIA.
“KIA memang wajib diurus sebagai identitas anak usia 1-17 tahun sebagai pengganti KTP. Namun itu tidak ada hubungannya dengan persyaratan apapun termasuk daftar sekolah,” terang mantan Sekda Kota Semarang ini.

Disinggung mengenai pengurusan KIA, sampai saat ini pihaknya juga tetap melayani. Jadi bagi masyarakat yang ingin mengurus KIA, dapat langsung ke kantor Dispendukcapil.

Dikatakanya, dari data yang dimiliki ada sekitar 441.000 anak usia 1-17 tahun di Kota Semarang. Jumlah itu dipastikan bertambah karena adanya kelahiran tiap harinya.
“Jadi silahkan urus KIA sebagai data anak, namun tidak perlu resah, tidak perlu khawatir atau terburu-buru mengurusnya karena tidak ada kaitan apapun mengenai KIA itu,” terangnya.

KIA hanya berfungsi sebagai identitas anak pengganti KTP. Nantinya, KIA itu dapat pula difungsikan untuk mengurus rekening, mengurus paspor dan lain sebagainya.
“Target kami semua anak usia 1-17 tahun di Kota Semarang memang memiliki KIA, namun saat ini fokus kami pada penyelesaian E-KTP dulu,” pungkasnya.

Persyaratan Kartu Identitas Anak (KIA)

1. akta kelahiran asli + fotocopy

2. KK orang tua + fotocopy

3. KTP asli kedua orangtua + fotocopy

4. Foto 3x4 untuk genap background berwarna biru, ganjil warna merah (umur 5 tahun ke bawah tdk perlu)

    *Pendaftaran oleh orangtua kandung di Disdukcapil Kota Semarang