Berita

SEMARANG — Peta demografi kependudukan Kota Semarang mencatatkan sejumlah dinamika sosial yang menarik. Berdasarkan data kependudukan terbaru, struktur populasi Kota Atlas tidak hanya merefleksikan pergeseran generasi, tetapi juga memvalidasi fenomena sains global terkait tingkat harapan hidup perempuan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki (female longevity gap).

Dari total populasi sebanyak 1.703.799 jiwa, kelompok penduduk tertua atau Old Gen (kelahiran tahun 1900–1927) kini hanya menyisakan 136 jiwa atau sekitar 0,01 persen. Hal yang menjadi sorotan utama adalah mayoritas dari sisa populasi Old Gen yang berusia di atas 98 tahun tersebut didominasi oleh kaum perempuan.

Temuan lapangan ini sejalan dengan berbagai riset dan jurnal kesehatan internasional mengenai female longevity gap, di mana secara biologis dan imunitas, perempuan cenderung memiliki daya tahan tubuh serta angka harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan laki-laki.

Dominasi Generasi Muda dan Kehadiran Gen Beta

Selain fenomena ketahanan hidup lansia perempuan, struktur demografi Kota Semarang saat ini resmi didominasi oleh kelompok usia muda. Generasi Z (Gen Z) mencatatkan jumlah terbesar dengan angka mencapai 420.001 jiwa (24,65 persen), menggeser posisi Generasi Milenial yang berada di angka 412.308 jiwa (24,20 persen).

Dinamika menarik lainnya terlihat pada tingkat kelahiran generasi terbaru, yakni Gen Beta (kelahiran tahun 2025 ke atas). Meskipun kategorisasi Gen Beta baru berjalan selama satu tahun, tercatat sebanyak 21.222 jiwa atau 1,25 persen bayi Gen Beta telah lahir dan terdata sebagai warga Kota Semarang.

Secara keseluruhan, komposisi kependudukan Kota Semarang terbagi ke dalam beberapa kelompok generasi:

  • Gen Z (1997–2012): 420.001 jiwa (24,65%)
  • Milenial / Gen Y (1981–1996): 412.308 jiwa (24,20%)
  • Gen X (1965–1980): 367.620 jiwa (21,58%)
  • Gen Alpha (2013–2024): 284.172 jiwa (16,68%)
  • Baby Boomers (1946–1964): 183.468 jiwa (10,77%)
  • Gen Beta (2025+): 21.222 jiwa (1,25%)
  • Silent Gen (1928–1945): 14.872 jiwa (0,87%)
  • Old Gen (1900–1927): 136 jiwa (0,01%)

Pergeseran struktur demografi ini menunjukkan bahwa Kota Semarang kini berada pada fase produktif yang sangat dinamis, sekaligus menjadi lokus nyata bagi studi sosiologi dan kesehatan masyarakat terkait fenomena penuaan populasi.